


​Market kripto diguncang kepanikan setelah harga Bitcoin anjlok ke kisaran $59.000, titik terendahnya sepanjang tahun 2026. Penurunan tajam ini memicu aksi jual massal oleh investor ritel yang ketakutan. Namun, data terbaru CryptoQuant yang dirilis pada 10 Juni 2026 mengungkapkan bahwa momentum kejatuhan harga ini justru dimanfaatkan oleh para investor kelas kakap alias whale sebagai kesempatan emas untuk memborong Bitcoin dalam jumlah besar di harga diskon.
​Berdasarkan data on-chain tersebut, saat Bitcoin menyentuh area $60.000–$61.000, dominasi transaksi beli oleh investor besar atau Exchange Whale Ratio langsung melonjak tajam hingga 61,6%. Analis CryptoQuant, Woo Minkyu, mengonfirmasi bahwa pasokan Bitcoin yang dilepas oleh investor ritel langsung diserap habis oleh para pemegang modal besar. Kondisi ini menandakan terjadinya perpindahan aset dari tangan yang panik atau weak hands ke tangan yang jauh lebih kuat atau strong hands.
​Aksi borong senyap ini diperkuat dengan keluarnya lebih dari 11.000 BTC dari bursa ke cold storage wallet dalam tiga hari terakhir menjelang pertengahan Juni 2026, yang otomatis menipiskan pasokan siap jual di bursa. Meski sentimen market global sedang diselimuti ketakutan ekstrem dengan Crypto Fear and Greed Index berada di level 9, masuknya para whale secara masif ini menjadi sinyal kuat bahwa zona harga $60.000 sedang dijaga ketat sebagai benteng pertahanan utama untuk memicu pembalikan arah harga.