


​Militer Amerika Serikat (AS) resmi melancarkan serangan udara susulan yang kembali menggempur wilayah selatan Iran pada Kamis (9/7) dini hari WIB. Rentetan ledakan besar dilaporkan mengguncang kota pelabuhan Bandar Abbas. Media pemerintah resmi Iran, Mehr News Agency, telah mengonfirmasi terdengarnya ledakan beruntun di wilayah vital yang berada tepat di pesisir Selat Hormuz tersebut.
​Eskalasi serangan meluas dengan sangat cepat di lapangan. Berdasarkan laporan terbaru, pangkalan militer Korps Garda Revolusi Iran di Pulau Sirik juga baru saja terkena hantaman serangan besar, yang langsung memicu aktifnya sistem pertahanan udara Iran secara penuh di kawasan tersebut. Rentetan gempuran terukur ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah Donald Trump mengeluarkan pernyataan terbuka bahwa AS akan kembali menyerang Iran pada malam ini.
​Bandar Abbas kini menjadi titik fokus operasi militer AS, di mana serangan ini dilaporkan dimulai sesaat setelah pasar saham AS ditutup. Kota pelabuhan strategis tersebut sebelumnya juga menjadi salah satu dari beberapa target utama yang dibombardir secara intensif pada serangan malam kemarin. Hingga artikel ini diterbitkan belum ada respons dari pihak Iran.