


Founder Binance, Changpeng Zhao (CZ), menyatakan bahwa penurunan performa market kripto sepanjang paruh pertama tahun 2026 tidak disebabkan oleh satu peristiwa tunggal. Dalam wawancara eksklusif bersama CoinDesk pada Minggu (28/6), CZ menyoroti kombinasi tiga faktor utama yang menekan harga aset kripto belakangan ini, yaitu perpindahan modal ke industri kecerdasan buatan (AI), meningkatnya tensi geopolitik global, serta siklus koreksi empat tahunan yang biasa terjadi di market kripto.
​Bitcoin sendiri diketahui sudah tercatat mengalami penurunan tajam dari level tertinggi historisnya di atas $126.000 pada Oktober tahun lalu, dan kini terperangkap di kisaran level $60.000 setelah sempat membuka awal tahun di harga $89.000. Menurut CZ, ledakan sektor AI telah menarik minat hot money atau modal spekulatif jangka pendek keluar dari ekosistem aset kripto menuju infrastruktur cloud computing dan robotika. Dampaknya, volume pencarian dan minat investor ritel baru di sektor digital asset menyusut ke level terendah dalam satu tahun terakhir.
​Meski terjadi koreksi dalam skala besar, CZ menegaskan pandangan jangka panjangnya terhadap industri ini tetap positif. Ia menilai fenomena pengetatan market ini sebagai rotasi modal sementara dan bagian dari siklus sehat penyesuaian struktur market baru, yang kini lebih banyak dipengaruhi oleh arus dana institusi seperti produk ETF spot. Menurutnya, adopsi teknologi blockchain dan transaksi digital akan terus berkembang pesat dalam lima tahun ke depan di tingkat global.