Pemerintah Amerika Serikat resmi menolak seluruh persyaratan yang diajukan pihak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Keputusan ini diambil Presiden Donald Trump setelah negosiasi tidak langsung antara utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, serta Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui perantara mediator Qatar berakhir tanpa kesepakatan pada Rabu (23/9).
​Pihak Amerika Serikat menolak sejumlah tuntutan dari Iran, seperti ganti rugi $300 miliar, pencabutan sanksi, pencairan aset $100 miliar yang dibekukan, penarikan pasukan Amerika Serikat dari kawasan, serta gencatan senjata di Gaza dan Lebanon. Merespons penolakan tersebut, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan masa negosiasi telah berakhir dan Selat Hormuz akan tetap ditutup tanpa batas waktu.
​Sementara itu, dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) di New York, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan posisi negaranya. Pezeshkian menyatakan bahwa pihak Iran tidak berencana membuat senjata nuklir, tetapi tidak akan menyerahkan haknya untuk mengembangkan teknologi nuklir damai. Ia menambahkan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat dan menuntut penghormatan atas hak-hak dasar negaranya.



