

.png)
.png)

Militer Amerika Serikat mengumumkan telah mengakhiri rentetan serangan terbaru terhadap Iran setelah melancarkan operasi militer selama 11 malam berturut-turut. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Selasa malam waktu setempat.
CENTCOM menyatakan operasi tersebut telah selesai dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran komersial. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan distribusi energi akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Selama operasi berlangsung, pasukan AS menargetkan berbagai sasaran militer Iran sebagai bagian dari kampanye untuk melemahkan kemampuan militer Teheran. Meski demikian, situasi keamanan di kawasan masih menjadi perhatian karena ketegangan antara kedua negara belum sepenuhnya mereda.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Kepastian bahwa jalur tersebut tetap beroperasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan meredakan kekhawatiran pelaku pasar global.