


Pendiri TRON, Justin Sun, melaporkan kerugian sebesar $70 juta setelah aset miliknya dibekukan secara sepihak oleh proyek kripto milik keluarga Donald Trump, World Liberty Financial (WLFI) (10/04). Sun menuduh proyek DeFi tersebut memiliki fungsi backdoor rahasia dalam smart contract mereka yang memungkinkan tim developer mem-blacklist aset pengguna.
Perselisihan ini bermula ketika tim WLFI memblokir alamat wallet yang terafiliasi dengan Sun atas dugaan penyalahgunaan dana, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Sun. Secara teknis, terdapat sekitar 544 juta token WLFI milik Sun yang saat ini berstatus dibekukan. Pada saat pemblokiran terjadi, token tersebut bernilai sekitar $119 juta dengan harga pasar $0,22 per token. Namun, seiring dengan merosotnya harga WLFI sebesar 59% hingga ke level $0,09, nilai aset Sun yang tertahan kini hanya tersisa sekitar $49 juta.
Kondisi ini menyebabkan kerugian nilai aset yang belum terealisasi mencapai puluhan juta dolar selama masa pembekuan di market. Menanggapi tuduhan Sun mengenai sistem yang tidak terdesentralisasi, pihak WLFI melalui media sosial resmi mereka menyatakan bahwa tindakan tersebut sudah sesuai prosedur keamanan. Mereka menepis narasi backdoor teknis yang dilontarkan Sun dan menegaskan siap membawa perselisihan ini ke jalur hukum. Di tengah konflik ini, posisi Justin Sun tetap menjadi sorotan utama, mengingat perannya sebagai penasihat proyek tersebut yang kini justru berujung pada pembekuan aset besar-besaran di tengah dinamika industri kripto saat ini.