


​Laporan terbaru dari a16z crypto bersama McKinsey mengungkap dominasi mutlak wilayah Asia dalam adopsi pembayaran stablecoin global. Hingga akhir tahun 2025, Asia berhasil menguasai 63% pangsa pasar volume pembayaran ekonomi riil dengan nilai transaksi mencapai $245 miliar, jauh melampaui Amerika Utara yang hanya mencatatkan porsi 24%.
​Pusat pertumbuhan utama di wilayah ini terkonsentrasi pada hub finansial strategis seperti Singapura, Hong Kong, dan Jepang. Tingginya volume ini didorong oleh infrastruktur pembayaran digital yang sudah matang serta kerangka regulasi yang lebih jelas dibandingkan wilayah lainnya, sehingga memberikan rasa aman bagi pelaku industri.
​Fenomena ini menunjukkan pergeseran fungsi stablecoin dari sekadar instrumen spekulasi menjadi alat pembayaran lintas batas yang efisien. Di wilayah Asia, aset digital ini mulai menggantikan metode remitansi tradisional karena mampu menawarkan biaya yang lebih rendah dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi bagi sektor ekonomi riil.