

.png)
.png)

Asosiasi Blockchain Indonesia resmi menetapkan susunan kepengurusan baru untuk periode 2026–2028. Kepengurusan ini diharapkan dapat memperkuat peran asosiasi dalam mendorong pertumbuhan industri blockchain dan aset kripto yang berkelanjutan, inklusif, serta selaras dengan arah regulasi di Indonesia.
Dalam struktur kepengurusan terbaru tersebut, posisi Ketua Umum diemban oleh Robby Bun. Ia akan didampingi oleh M Nauval Alvira sebagai Wakil Ketua Umum. Sementara itu, jabatan Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada William Sutanto.
Untuk pengelolaan keuangan dan pendanaan organisasi, Asosiasi Blockchain Indonesia menunjuk Gabriel Rey sebagai Bendahara dan Penanggung Jawab Pendanaan. Penunjukan ini dinilai strategis mengingat pengalaman Gabriel Rey dalam membangun ekosistem kripto dan investasi digital di Indonesia.
Susunan kepengurusan periode 2026–2028 ini mencerminkan kolaborasi lintas pelaku industri, mulai dari komunitas, pengembang, hingga pelaku usaha kripto. Asosiasi Blockchain Indonesia diharapkan dapat berperan aktif sebagai jembatan komunikasi antara industri dan regulator, sekaligus menjadi motor penggerak literasi serta adopsi teknologi blockchain di Tanah Air.
Dengan kepemimpinan baru ini, Asosiasi Blockchain Indonesia menargetkan penguatan ekosistem blockchain nasional agar semakin kompetitif di tingkat regional maupun global, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.