


​Lead Economist Avalanche Foundation, Eric Lu, melalui unggahan di X pada Kamis (7/5), resmi memperkenalkan Gross Chain Product (GCP) sebagai metrik baru pengukur kesehatan ekonomi blockchain. Eric Lu mengkritik ketergantungan industri terhadap Total Value Locked (TVL) yang selama ini hanya mengukur aset yang terkunci dalam jaringan. Menurutnya, TVL tidak mencerminkan nilai ekonomi nyata karena hanya melihat kapital yang terdiam di protokol, sedangkan GCP mengadaptasi cara hitung PDB nasional untuk mengukur nilai tambah dari aktivitas produktif pengguna.
​Sebagai contoh, penerapan GCP pada jaringan C-Chain Avalanche periode Januari 2025 hingga Maret 2026 menunjukkan perbedaan data yang signifikan antara nilai market dan aktivitas riil. Meski secara nilai dolar ekonomi jaringan terlihat anjlok 60% akibat jatuhnya harga token, perhitungan Real GCP mengungkap bahwa aktivitas ekonomi aslinya hanya turun 25%. Hal ini membuktikan bahwa transaksi produktif di dalam ekosistem tetap berjalan kuat, meskipun nilai token kripto di market sedang terdepresiasi
​Laporan tersebut juga mencatat bahwa sektor Real World Assets (RWA) menjadi pilar pertumbuhan yang paling stabil dengan kenaikan 1,6 kali lipat di tengah kontraksi market. Ke depannya, Avalanche akan menggunakan metrik GCP untuk lebih fokus mengembangkan sektor non-spekulatif yang tidak bergantung pada fluktuasi harga, seperti layanan pembayaran dan aplikasi bisnis. Langkah ini diharapkan menjadi standar baru bagi ekosistem blockchain dalam mengevaluasi kesehatan jaringan secara lebih jujur, objektif, dan akurat.