asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.237-0.035 ( -12.87% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,012.0+4449.53 ( +6.13% )
tether usd iconethena iconENAUSDT0.136+0.0268 ( +24.54% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,409.57+83.48 ( +3.59% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT74.6+2.07 ( +2.85% )
tether usd iconontology gas iconONGUSDT0.08598+0.00141 ( +1.67% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT90.98+3.73 ( +4.28% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04303+0.00946 ( +28.18% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3712+0.1407 ( +11.43% )
Powered by
powered by triv
News

Bank Merasa Terancam, Nobatkan CEO Coinbase Musuh No 1 di Wall Street

User
February 2, 2026 | 08:15 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 2, 2026 | 08:15 WIB
Bank Merasa Terancam, Nobatkan CEO Coinbase Musuh No 1 di Wall Street

​Sektor perbankan Amerika Serikat kini secara tidak resmi menobatkan CEO Coinbase, Brian Armstrong, sebagai musuh nomor satu di Wall Street. Sentimen permusuhan ini tumpah ke publik dalam ajang World Economic Forum di Davos pekan lalu, saat CEO JPMorgan Jamie Dimon secara agresif melabrak Armstrong, menunjuk wajahnya, dan menuduhnya sebagai pembohong. Reaksi keras ini mencerminkan ketakutan mendalam para bankir raksasa yang merasa model bisnis tradisional mereka sedang berada di ujung tanduk akibat inovasi aset digital.

​Rasa terancam ini dipicu oleh rencana agresif Coinbase untuk menawarkan imbal hasil stablecoin hingga 3,5%, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan bunga rekening bank konvensional yang rata-rata hanya di bawah 0,1%. Para petinggi bank khawatir kesenjangan ini akan memicu eksodus dana nasabah besar-besaran dari sistem perbankan berdiskusike dompet kripto. Akibatnya, para CEO bank top seperti dari Wells Fargo, Citi, dan Bank of America kompak mengucilkan Armstrong selama konferensi berlangsung, menolak  dan menyebut Armstrong seharusnya "menjadi bank saja" jika ingin bermain di ranah tersebut.

​Ketegangan ini tidak hanya berhenti di adu mulut, tetapi telah merambat ke lobi legislatif yang sengit. Armstrong dituduh menyabotase "Clarity Act"—undang-undang yang dirancang untuk melindungi bank dari kompetisi stablecoin—dengan memobilisasi opini publik hingga pemungutan suara di Senat tertunda. Situasi yang semakin tak terkendali ini memaksa pemerintahan Presiden Trump turun tangan, dengan rencana mengirim pejabat khusus David Sacks untuk mendamaikan kedua kubu yang sedang memperebutkan masa depan uang nasabah Amerika tersebut.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Bank Indonesia Tahan BI Rate di Level 5,75%
News - Breaking News
July 22, 2026 | 15:06 WIB