asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2371-0.0129 ( -5.16% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,467.0+443.65 ( +0.58% )
tether usd iconepic chain iconEPICUSDT0.3439-0.0065 ( -1.86% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,458.28+41.66 ( +1.72% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT80.26+2.69 ( +3.47% )
tether usd iconpump.fun iconPUMPUSDT0.005279+0.000619 ( +13.28% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT95.38+1.72 ( +1.84% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.06239+0.01998 ( +47.11% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.531+0.0469 ( +3.16% )
Powered by
powered by triv
News

Bank of Japan Kurangi Kepemilikan Obligasi, Tekanan Pasar Berpotensi Menjalar ke Kripto

User
January 25, 2026 | 18:50 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
January 25, 2026 | 18:50 WIB
Bank of Japan Kurangi Kepemilikan Obligasi, Tekanan Pasar Berpotensi Menjalar ke Kripto

Bank of Japan mulai secara agresif mengurangi ukuran neraca keuangannya, menandai fase lanjutan dari kebijakan quantitative tightening. Porsi kepemilikan obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bonds oleh BoJ kini turun ke sekitar 48 persen dari total yang beredar, level terendah dalam delapan tahun terakhir.

Persentase tersebut telah menyusut sekitar tujuh poin sejak mencapai puncaknya pada 2022. Sejalan dengan itu, BoJ memangkas pembelian JGB bulanan dari 5,7 triliun yen pada pertengahan 2024 menjadi sekitar 2,9 triliun yen saat ini. Di bawah program QT yang berjalan, pembelian obligasi diperkirakan kembali turun hingga sekitar 2,1 triliun yen per bulan pada awal 2027.

Tekanan di pasar obligasi Jepang diperparah oleh penurunan kepemilikan JGB oleh investor asing, yang kini berada di kisaran 12 persen dari total, mendekati level terendah sejak 2019. Kondisi ini menunjukkan bahwa baik BoJ maupun investor global sama sama mengurangi eksposur terhadap obligasi pemerintah Jepang secara bersamaan.

Situasi tersebut menjaga pasar obligasi Jepang tetap berada di bawah tekanan serius dan berpotensi memicu efek rambatan ke pasar keuangan global. Jepang selama ini berperan sebagai salah satu sumber likuiditas utama dunia, sehingga kenaikan imbal hasil JGB dapat memicu penyesuaian ulang portofolio lintas aset.

Bagi pasar kripto, dinamika ini memiliki relevansi langsung. Kenaikan imbal hasil obligasi dan pengetatan likuiditas global cenderung menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset digital lainnya. Perubahan arah kebijakan BoJ berpotensi meningkatkan volatilitas global, membuat pasar kripto lebih sensitif terhadap arus likuiditas dan pergeseran sentimen risiko dalam beberapa waktu ke depan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB