


​Market kripto kini tengah mencermati kebijakan moneter Jepang menyusul laporan bahwa Bank of Japan (BoJ) berencana menaikkan suku bunga acuan dari 0,75% menjadi 1,0% pada pertemuan 15–16 Juni 2026. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya risiko inflasi yang memaksa pembuat kebijakan untuk kembali mengetatkan instrumen moneter mereka. Langkah ini memiliki implikasi signifikan pada yen carry trade, di mana kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya pendanaan dan berpotensi memicu penarikan likuiditas global saat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.
​Pengalaman dari kenaikan suku bunga sebelumnya pada Januari 2026 menunjukkan bahwa Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 3% dalam hitungan jam pasca pengumuman. Analis memperingatkan bahwa kenaikan kali ini dapat memicu tekanan jual jangka pendek, di mana Bitcoin kemungkinan menyerap tekanan awal, sementara altcoin dan memecoin berisiko mengalami penurunan yang lebih tajam karena ketergantungan pada modal spekulatif.
​Di sisi lain, terdapat sentimen pendukung dalam rencana kebijakan tersebut, yakni potensi penundaan pengurangan pembelian obligasi pemerintah mulai April 2027. Langkah ini diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa BoJ tetap berhati-hati untuk tidak menarik dukungan likuiditas market secara agresif. Para pihak yang terlibat kini menantikan hasil pertemuan 15–16 Juni untuk melihat arah kebijakan suku bunga dan likuiditas ke depan.