Perdagangan saham AS tertokenisasi (tokenized equities) mencatatkan lonjakan tajam dengan volume transaksi spot mingguan menembus hampir $3 miliar pada awal Agustus 2026. Mengutip riset Grayscale bertajuk Tokenized Equities Have Found Liquidity; Financial Utility is Next yang dirilis pada Kamis (3/9), aktivitas perdagangan aset ini didominasi oleh tiga jaringan utama, yakni Robinhood Chain, BNB Chain, dan Solana.
​Di balik likuiditas yang tinggi, pemanfaatan saham tertokenisasi di ekosistem on-chain masih berada pada tahap sangat awal. Head of Research Grayscale Zach Pandl mengungkapkan bahwa baru sekitar 5% dari total pasar saham tertokenisasi yang saat ini dimanfaatkan di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Mayoritas investor dinilai masih sebatas memanfaatkan jam bursa nonstop 24 jam dan kemudahan akses global ketimbang memakai saham digital untuk keperluan produktif, seperti jaminan atau aset pinjaman.
​Kesenjangan 95% modal yang belum tergarap tersebut menjadi sinyal peluang ekspansi besar bagi sektor utilitas on-chain ke depan. Pertumbuhan ini mulai terlihat di jaringan Solana, di mana protokol pinjaman seperti Kamino dan Jupiter mencatatkan kenaikan aset saham tertokenisasi hingga sepuluh kali lipat dalam setahun terakhir. Ditambah potensi kejelasan regulasi dari otoritas Amerika Serikat, saham tertokenisasi diproyeksikan segera bertransformasi dari sekadar produk trading menjadi aset produktif yang dapat diselesaikan secara instan dan efisien.



