Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok hampir 5% pada pembukaan perdagangan Senin (19/10/2026), hingga kembali ke level 4.900. Kejatuhan ini memperpanjang tekanan jual yang melanda pasar saham Indonesia sejak pekan lalu.
Pada perdagangan Jumat (16/10), IHSG ditutup di level 5.185,10 setelah mengalami tekanan hebat. Sepanjang pekan 12–16 Oktober, indeks tercatat merosot 14,91%.
Salah satu sentimen utama berasal dari MSCI yang tengah mengkaji kemungkinan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Kekhawatiran terhadap potensi keluarnya dana investor asing turut membebani pasar.
Tekanan juga datang dari ketidakpastian ekonomi global, termasuk konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan pelemahan rupiah yang kembali menyentuh Rp18.000 per dolar AS.
Pemerintah, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini menghadapi tantangan untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah meningkatnya volatilitas pasar.


.png)
