


Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) kembali meningkatkan eskalasi militer di Timur Tengah dengan melancarkan gelombang serangan tambahan terhadap Iran. Bersamaan dengan serangan tersebut, AS secara resmi memulai blokade laut di Selat Hormuz terhadap seluruh kapal yang transit dari dan menuju pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. Kebijakan blokade laut ini mulai berlaku efektif pada Selasa (14/7) pukul 16.00 ET atau Rabu (15/7) pukul 03.00 WIB dinihari.
​Untuk mendukung operasi skala besar ini, militer AS telah mengerahkan lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut dan puluhan pesawat tempur yang tersebar di berbagai titik strategis Timur Tengah. CENTCOM menegaskan bahwa seluruh pasukan Amerika saat ini berada dalam posisi siaga penuh, mematikan, dan siap menghadapi segala bentuk eskalasi.
Pengerahan kekuatan masif ini menjadi sinyal kuat bagi Iran bahwa Amerika Serikat tidak akan menoleransi ancaman lebih lanjut terhadap kepentingan komersial dan keamanan sekutunya di kawasan tersebut.