asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BUSDT0.10932+0.00033 ( +0.3% )
BTCUSDT62,104.4-1671.57 ( -2.62% )
EPICUSDT0.38-0.013 ( -3.31% )
ETHUSDT1,764.07-36.94 ( -2.05% )
HYPEUSDT63.201-4.11 ( -6.1% )
IAGUSDT0.0235+0.0025 ( +11.91% )
SOLUSDT74.62-1.98 ( -2.59% )
TACUSDT0.0028-0.0002 ( -6.67% )
XRPUSDT1.0609-0.023 ( -2.12% )
Powered by
News

Pusat Komando Militer AS Resmi Konfirmasi Blokade Laut Iran Dimulai 14 Juli

User
July 14, 2026 | 01:50 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 14, 2026 | 01:50 WIB
Pusat Komando Militer AS Resmi Konfirmasi Blokade Laut Iran Dimulai 14 Juli

​Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS akan kembali memberlakukan blokade lalu lintas maritim yang keluar dan masuk pelabuhan Iran. Operasi ini akan dimulai pada 14 Juli pukul 16.00 ET atau 15 Juli pukul 03.00 WIB atas arahan langsung dari Panglima Tertinggi Militer AS. 

​Langkah ini merupakan kelanjutan dari implementasi blokade serupa yang sebelumnya pernah berjalan pada 13 April hingga 18 Juni. Selama periode dua bulan tersebut, CENTCOM mencatat telah mengarahkan lebih dari 140 kapal yang patuh, melumpuhkan sembilan kapal yang tidak patuh, serta mengizinkan lebih dari 50 kapal komersial yang membawa bantuan kemanusiaan untuk melintas. Seluruh pelaut kini diimbau untuk memantau siaran Notice to Mariners dan berkomunikasi dengan angkatan laut AS melalui saluran 16 saat beroperasi di sekitar Teluk Oman serta pendekatan Selat Hormuz.

​Pengumuman resmi dari militer AS membuat harga minyak mentah Brent merangkak naik ke level $82 per barel, sementara minyak mentah WTI berada di posisi $78 per barel. Kenaikan harga ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat eskalasi blokade di wilayah tersebut.

​Sementara itu, menanggapi pernyataan Presiden AS mengenai kompensasi bagi pihak yang menjamin keamanan Selat Hormuz, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui platform X menyatakan bahwa pernyataan itu benar dan ia sepakati. Namun, Araghchi menegaskan kembali posisi Iran sebagai penjaga setia selat tersebut yang akan bertahan selamanya. Ia juga secara spesifik mengkritik wacana pungutan sebesar 20% sebagai nilai yang terlalu tinggi dan menyatakan bahwa dalam hal penyediaan keamanan serta biaya kompensasi, Iran jauh lebih baik daripada Amerika Serikat.

Copiedbagikan