


Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengonfirmasi peluncuran serangkaian serangan militer lanjutan terhadap berbagai target di Iran pada Senin (13/7). Operasi ini ditegaskan sebagai langkah strategis untuk memperlemah kemampuan militer Iran serta memastikan keamanan jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.
​Menurut rilis resmi CENTCOM, serangan tersebut dilakukan atas perintah langsung Panglima Tertinggi AS untuk menuntut pertanggungjawaban atas tindakan agresif pasukan Iran terhadap kapal-kapal komersial dan pelaut sipil. Operasi ini menargetkan aset militer penting milik Iran, termasuk sistem radar pengawasan udara, fasilitas penyimpanan drone dan rudal, serta peluncur rudal permukaan-ke-udara, dalam upaya untuk mendegradasi kapabilitas Teheran dalam mengancam kebebasan navigasi.
​Eskalasi ini terjadi setelah Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz dan melakukan serangan terhadap kapal kontainer berbendera Siprus, yang menyebabkan kerusakan pada ruang mesin dan hilangnya seorang awak kapal. Akibat dari memanasnya konflik ini, pasar energi global kembali bereaksi dengan lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 3% saat pasar dibuka. Hingga saat ini, situasi di kawasan tersebut masih terus dipantau secara ketat oleh militer internasional di tengah upaya berkelanjutan untuk menjaga keamanan jalur maritim strategis tersebut.