


Market kripto berisiko menghadapi gelombang penurunan harga baru akibat terancam tertundanya pengesahan Rancangan Undang-Undang Digital Asset Market Clarity (CLARITY Act) di Senat Amerika Serikat. Analis dari Bernstein memperingatkan bahwa absennya RUU struktur pasar ini dari jadwal resmi Senat pada 3 Agustus memperkecil peluang pengesahan sebelum reses musim panas. Kondisi tersebut diperkirakan memicu reaksi koreksi pada Bitcoin dan aset kripto lainnya.
​Data pasar prediksi Polymarket mencatat penurunan sensitif, di mana peluang pengesahan RUU CLARITY sebelum akhir tahun 2026 merosot ke angka 28%. Batas waktu krusial kini tertuju pada potensi pengajuan cloture pada 5 Agustus untuk memungkinkan pemungutan suara prosedural awal pada 7 Agustus, sebelum Senat memasuki masa reses hingga 11 September. Selain pengetatan jadwal, alotnya pembahasan RUU ini dipengaruhi oleh penolakan kelompok perbankan terkait ketentuan imbal hasil stablecoin serta perdebatan mengenai klausul etika pejabat pemerintah.
​Meskipun potensi penundaan Senat membayangi sentimen jangka pendek, Bernstein memproyeksikan pasar dapat mencapai titik terendah dan kembali membangun momentum positif pada akhir kuartal ketiga hingga awal kuartal keempat menjelang midterm elections. Di sisi lain, stagnasi legislatif di Kongres berpeluang mendorong regulator seperti SEC dan CFTC untuk mempercepat panduan regulasi mandiri melalui Project Crypto guna memberikan kejelasan operasional sementara bagi industri.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.