asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT68,947.5-1107.57 ( -1.58% )
CHESSUSDT0.00831-0.00078 ( -8.58% )
ETHUSDT2,025.58-79.42 ( -3.77% )
HYPEUSDT29.17-1.88 ( -6.06% )
NKNUSDT0.0092+0.0 ( +0.0% )
NRNUSDT0.00997-0.00593 ( -37.3% )
SOLUSDT84.12-2.39 ( -2.76% )
WHITEWHALEUSDT0.05622-0.02299 ( -29.02% )
XRPUSDT1.4169-0.0276 ( -1.91% )
Powered by
News

Binance Kuasai 87% Sirkulasi Stablecoin USD1 Milik WLFI

User
February 10, 2026 | 07:29 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 10, 2026 | 07:29 WIB
Binance Kuasai 87% Sirkulasi Stablecoin USD1 Milik WLFI

​Binance, dilaporkan memegang porsi kepemilikan yang sangat dominan atas pasokan stablecoin USD1 yang diterbitkan oleh World Liberty Financial (WLFI). Berdasarkan laporan Forbes pada Senin (9/2) yang mengutip data on-chain dari Arkham Intelligence, Binance tercatat menyimpan sekitar $4,7 miliar dari total sirkulasi USD1 yang mencapai $5,4 miliar. Angka ini setara dengan 87% dari seluruh pasokan stablecoin tersebut yang beredar di market.

 

​Tingginya konsentrasi kepemilikan ini memicu kekhawatiran di kalangan pengamat industri. Peneliti kripto independen, Molly White, memperingatkan bahwa dominasi berlebih pada satu bursa dapat menciptakan risiko struktural yang serius, di mana bursa tersebut bisa memiliki pengaruh terlalu besar terhadap proyek secara keseluruhan. White juga menyoroti kemungkinan bahwa sebagian dari dana tersebut bukan sekadar simpanan nasabah, melainkan kepemilikan cadangan kas milik Binance sendiri, mengingat rasionya yang jauh di atas rata-rata bursa lain.

 

​Laporan ini muncul di tengah pertumbuhan pesat sirkulasi USD1 dalam beberapa bulan terakhir, yang kini memicu perdebatan mengenai transparansi dan manajemen risiko proyek WLFI. Hubungan antara Binance dan ekosistem yang terafiliasi dengan tokoh politik AS ini juga menjadi sorotan, terutama setelah pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), menerima pengampunan dari Presiden AS Donald Trump tahun lalu terkait kasus pelanggaran aturan anti-pencucian uang.

 

Copiedbagikan