asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT71,851.4+3634.59 ( +5.33% )
DUSDT0.01182-0.00029 ( -2.4% )
ETHUSDT2,252.83+172.83 ( +8.31% )
JOEUSDT0.0623+0.0266 ( +74.51% )
NOMUSDT0.00631-0.00031 ( -4.68% )
REDUSDT0.1927+0.0027 ( +1.42% )
SOLUSDT84.53+5.61 ( +7.11% )
STOUSDT0.129-0.0094 ( -6.79% )
TRXUSDT0.3178+0.0035 ( +1.11% )
Powered by
News

Bitcoin Ambruk ke $63.000, Miner Terancam Matikan Mesin

User
February 6, 2026 | 04:42 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 6, 2026 | 04:42 WIB
Bitcoin Ambruk ke $63.000, Miner Terancam Matikan Mesin

Industri mining Bitcoin kini menghadapi ancaman serius seiring jatuhnya harga Bitcoin yang kian dalam. Pada perdagangan hari Kamis (5/2), harga Bitcoin tercatat ambruk hingga ke bawah level $63.000. Penurunan ekstrem sebesar 50% dari rekor tertinggi bulan Oktober ini menyeret pasar masuk ke zona bahaya, di mana nilainya kini bersinggungan langsung dengan ambang batas biaya produksi rata-rata para miner.

​Kondisi ini memaksa para operator mining berada di posisi yang dilematis. Berdasarkan data analis, biaya produksi median untuk miner publik berada di kisaran $60.000, sementara estimasi biaya riil di lapangan bergerak di rentang $60.000 hingga $80.000 per BTC. Dengan harga pasar saat ini, miner dengan efisiensi rendah kini beroperasi dengan kerugian, memaksa mereka untuk mempertimbangkan opsi mematikan mesin guna mencegah kerugian operasional yang lebih besar.

​Dampak dari guncangan pasar ini juga terlihat pada likuidasi masif senilai lebih dari $2 miliar di pasar derivatif dalam 24 jam terakhir. Sebagai sinyal bahwa jaringan mulai merespons potensi berkurangnya aktivitas mining, tingkat kesulitan (difficulty) mining BTC diproyeksikan akan mengalami penurunan otomatis sebesar 13% pada penyesuaian hari Sabtu mendatang.

Copiedbagikan