asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.2816+0.0137 ( +5.11% )
BTCUSDT73,671.0+401.52 ( +0.55% )
ETHUSDT2,017.88+18.28 ( +0.91% )
HEIUSDT0.1291+0.0563 ( +77.34% )
HYPEUSDT67.748+6.09 ( +9.87% )
MAPOUSDT0.001691-0.000142 ( -7.75% )
NOMUSDT0.0022+0.00032 ( +17.02% )
SOLUSDT82.32+0.85 ( +1.04% )
XLMUSDT0.2506+0.0456 ( +22.24% )
Powered by
News

Bitcoin Ambruk ke $63.000, Miner Terancam Matikan Mesin

User
February 6, 2026 | 04:42 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 6, 2026 | 04:42 WIB
Bitcoin Ambruk ke $63.000, Miner Terancam Matikan Mesin

Industri mining Bitcoin kini menghadapi ancaman serius seiring jatuhnya harga Bitcoin yang kian dalam. Pada perdagangan hari Kamis (5/2), harga Bitcoin tercatat ambruk hingga ke bawah level $63.000. Penurunan ekstrem sebesar 50% dari rekor tertinggi bulan Oktober ini menyeret pasar masuk ke zona bahaya, di mana nilainya kini bersinggungan langsung dengan ambang batas biaya produksi rata-rata para miner.

​Kondisi ini memaksa para operator mining berada di posisi yang dilematis. Berdasarkan data analis, biaya produksi median untuk miner publik berada di kisaran $60.000, sementara estimasi biaya riil di lapangan bergerak di rentang $60.000 hingga $80.000 per BTC. Dengan harga pasar saat ini, miner dengan efisiensi rendah kini beroperasi dengan kerugian, memaksa mereka untuk mempertimbangkan opsi mematikan mesin guna mencegah kerugian operasional yang lebih besar.

​Dampak dari guncangan pasar ini juga terlihat pada likuidasi masif senilai lebih dari $2 miliar di pasar derivatif dalam 24 jam terakhir. Sebagai sinyal bahwa jaringan mulai merespons potensi berkurangnya aktivitas mining, tingkat kesulitan (difficulty) mining BTC diproyeksikan akan mengalami penurunan otomatis sebesar 13% pada penyesuaian hari Sabtu mendatang.

Copiedbagikan