


Industri mining Bitcoin kini menghadapi ancaman serius seiring jatuhnya harga Bitcoin yang kian dalam. Pada perdagangan hari Kamis (5/2), harga Bitcoin tercatat ambruk hingga ke bawah level $63.000. Penurunan ekstrem sebesar 50% dari rekor tertinggi bulan Oktober ini menyeret pasar masuk ke zona bahaya, di mana nilainya kini bersinggungan langsung dengan ambang batas biaya produksi rata-rata para miner.
​Kondisi ini memaksa para operator mining berada di posisi yang dilematis. Berdasarkan data analis, biaya produksi median untuk miner publik berada di kisaran $60.000, sementara estimasi biaya riil di lapangan bergerak di rentang $60.000 hingga $80.000 per BTC. Dengan harga pasar saat ini, miner dengan efisiensi rendah kini beroperasi dengan kerugian, memaksa mereka untuk mempertimbangkan opsi mematikan mesin guna mencegah kerugian operasional yang lebih besar.
​Dampak dari guncangan pasar ini juga terlihat pada likuidasi masif senilai lebih dari $2 miliar di pasar derivatif dalam 24 jam terakhir. Sebagai sinyal bahwa jaringan mulai merespons potensi berkurangnya aktivitas mining, tingkat kesulitan (difficulty) mining BTC diproyeksikan akan mengalami penurunan otomatis sebesar 13% pada penyesuaian hari Sabtu mendatang.