asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT70,746.6+6521.42 ( +10.15% )
BULLAUSDT0.02234-0.00178 ( -7.37% )
CHESSUSDT0.01145-0.01644 ( -58.95% )
ETHUSDT2,075.61+196.36 ( +10.45% )
PEPEUSDT0.00000394+0.00000045 ( +12.89% )
PORT3USDT0.001377-0.000545 ( -28.36% )
SLVONUSDT70.23+1.62 ( +2.36% )
SOLUSDT88.13+8.26 ( +10.34% )
XRPUSDT1.4727+0.23 ( +18.51% )
Powered by
News

Bitcoin Ambruk ke $63.000, Miner Terancam Matikan Mesin

User
February 6, 2026 | 04:42 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 6, 2026 | 04:42 WIB
Bitcoin Ambruk ke $63.000, Miner Terancam Matikan Mesin

Industri mining Bitcoin kini menghadapi ancaman serius seiring jatuhnya harga Bitcoin yang kian dalam. Pada perdagangan hari Kamis (5/2), harga Bitcoin tercatat ambruk hingga ke bawah level $63.000. Penurunan ekstrem sebesar 50% dari rekor tertinggi bulan Oktober ini menyeret pasar masuk ke zona bahaya, di mana nilainya kini bersinggungan langsung dengan ambang batas biaya produksi rata-rata para miner.

​Kondisi ini memaksa para operator mining berada di posisi yang dilematis. Berdasarkan data analis, biaya produksi median untuk miner publik berada di kisaran $60.000, sementara estimasi biaya riil di lapangan bergerak di rentang $60.000 hingga $80.000 per BTC. Dengan harga pasar saat ini, miner dengan efisiensi rendah kini beroperasi dengan kerugian, memaksa mereka untuk mempertimbangkan opsi mematikan mesin guna mencegah kerugian operasional yang lebih besar.

​Dampak dari guncangan pasar ini juga terlihat pada likuidasi masif senilai lebih dari $2 miliar di pasar derivatif dalam 24 jam terakhir. Sebagai sinyal bahwa jaringan mulai merespons potensi berkurangnya aktivitas mining, tingkat kesulitan (difficulty) mining BTC diproyeksikan akan mengalami penurunan otomatis sebesar 13% pada penyesuaian hari Sabtu mendatang.

Copiedbagikan