


Market kripto mengalami guncangan yang menyeret harga Bitcoin jatuh ke level 68.000 dolar AS. Penurunan tajam ini dipicu oleh eskalasi konflik Iran yang masih terus berlanjut dan meningkatnya risiko blokade di Selat Hormuz. Situasi tersebut secara langsung membuat harga minyak dunia meroket hingga mencapai 90 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.
​Kondisi semakin memanas setelah Presiden Donald Trump menegaskan tidak akan ada kesepakatan maupun kompromi dengan pihak Iran. Retorika keras dari Gedung Putih ini memicu aksi jual masif di pasar aset berisiko karena kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Saat ini, aliran modal terpantau berpindah secara cepat ke aset aman konvensional seiring ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang mencapai titik didih.