Bitcoin kembali anjlok ke area $83.000 setelah gagal mempertahankan momentum di atas $85.000-$87.000. Tekanan utama datang dari tingginya yield obligasi AS, penguatan dolar, arus keluar ETF Bitcoin, serta meningkatnya sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko.
Yield US Treasury 10 tahun masih berada di sekitar 5,3%, mendekati level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Yield tinggi membuat aset berisiko seperti Bitcoin menjadi kurang menarik karena investor bisa mendapatkan imbal hasil besar dari obligasi pemerintah AS. Pasar obligasi sendiri masih tertekan oleh kekhawatiran inflasi, utang pemerintah AS dan potensi suku bunga tetap tinggi.
Tekanan berikutnya datang dari ETF Bitcoin spot AS. Data terbaru menunjukkan ETF mencatat net outflow sekitar $89,8 juta pada sesi 5 Oktober, membalikkan inflow $189,9 juta pada sesi sebelumnya. Berkurangnya permintaan ETF membuat salah satu sumber pembelian Bitcoin dari investor institusi melemah.
Sentimen risk-off juga diperkuat oleh dolar AS yang menguat dan ketegangan geopolitik Timur Tengah. Pasar masih mengkhawatirkan harga energi yang tinggi dapat menjaga inflasi tetap panas dan membuat The Fed sulit melonggarkan kebijakan dengan cepat.


.png)
