


​Perusahaan treasury Bitcoin terbesar di dunia, Strategy, mencatatkan floating loss sebesar $1,93 miliar pada Kamis (28/5). Penurunan portofolio investasi dari perusahaan bentukan Michael Saylor ini terjadi setelah harga Bitcoin turun ke kisaran $73.000 dalam waktu singkat. Penurunan performa aset utama ini didorong oleh kombinasi sentimen negatif makro serta adanya aliran dana keluar dari market kripto secara global.
​Koreksi harga ini merupakan imbas langsung dari buntunya proses negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Ketegangan yang belum menemui titik temu tersebut dilaporkan telah menyapu bersih kapitalisasi pasar industri kripto sebesar $80 miliar hanya dalam waktu 24 jam. Kondisi ketidakpastian ini memicu kepanikan sesaat yang menekan valuasi industri kripto secara keseluruhan ke titik terendahnya sejak pertengahan April lalu.
​Saat ini, total aset treasury Strategy tercatat mencapai 843.738 Bitcoin dengan nilai valuasi sebesar $61,94 miliar. Perusahaan diketahui memiliki harga pembelian rata-rata di level $75.701 per bitcoin dari total akumulasi yang sudah dilakukan. Dengan harga Bitcoin saat ini yang berada di bawah harga rata-rata tersebut, portofolio investasi Strategy kini resmi mencatatkan minus 3,02%.