asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT59,271.8-1504.83 ( -2.48% )
ETHUSDT1,559.85-77.91 ( -4.76% )
HUSDT0.06334-0.00547 ( -7.95% )
HEIUSDT0.1565+0.0382 ( +32.29% )
HYPEUSDT60.863+0.44 ( +0.72% )
MUSDT0.876968-1.939243 ( -68.86% )
QUICKUSDT0.00801+0.00065 ( +8.83% )
SOLUSDT65.85-2.34 ( -3.43% )
SYNUSDT0.3651+0.0395 ( +12.13% )
Powered by
News - Breaking News

Inflasi PCE AS Naik ke 4,1%, Harga Bitcoin Kembali Crash ke $59.000

User
June 25, 2026 | 20:49 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 25, 2026 | 20:49 WIB
Inflasi PCE AS Naik ke 4,1%, Harga Bitcoin Kembali Crash ke $59.000

​Tekanan makroekonomi kembali mengguncang market kripto setelah data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat untuk bulan Mei resmi dirilis pada Kamis (25/6) malam. Indikator inflasi yang paling menjadi acuan bank sentral Federal Reserve (The Fed) tersebut melonjak ke angka 4,1% secara tahunan (year-on-year). Angka ini mencetak rekor tertinggi sejak April 2023 sekaligus menegaskan bahwa laju inflasi AS saat ini berjalan dua kali lipat lebih tinggi dari target mutlak The Fed yang berada di level 2,0%.

​Di saat yang sama, inflasi PCE Inti (Core PCE) yang mengecualikan sektor pangan dan energi bergejolak turut merangkak naik ke level 3,4% secara tahunan, yang merupakan level tertingginya sejak Oktober 2023. Realisasi data yang menunjukkan ketatnya tekanan harga ini langsung memicu kekhawatiran hebat di kalangan pelaku pasar terkait potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed guna meredam lonjakan biaya hidup masyarakat global.

​Reaksi negatif langsung terlihat di market kripto sesaat setelah data tersebut rilis ke publik. Likuiditas yang mengetat memicu aksi jual masif, menyebabkan harga Bitcoin kehilangan momentum dan kembali crash hingga masuk ke area $59.000.

Copiedbagikan