


​Kejaksaan Amerika Serikat di Washington D.C. dilaporkan telah membuka investigasi kriminal terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Dilansir dari The New York Times pada Minggu (11/1) Langkah hukum ini berfokus pada dugaan bahwa Powell memberikan keterangan palsu kepada Kongres terkait cakupan dan pembengkakan anggaran renovasi kantor pusat bank sentral tersebut.
​Penyelidikan ini mendapat lampu hijau pada bulan November dari Jeanine Pirro, kepala kantor kejaksaan setempat yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Trump. Fokus utama jaksa adalah menelaah kesesuaian antara pernyataan publik Powell dengan catatan pengeluaran proyek yang diperkirakan melambung hingga 700 juta dolar di atas anggaran awal.
​Kasus ini menandai babak baru dalam ketegangan antara eksekutif dan otoritas moneter, menyusul upaya Presiden Trump untuk menyingkirkan pejabat The Fed lainnya, Lisa D. Cook. Meskipun undang-undang melindungi independensi The Fed, investigasi kriminal dapat menjadi celah yang sah secara hukum untuk memberhentikan Powell sebelum masa jabatannya berakhir.
​Hingga saat ini, pihak kejaksaan telah meminta berbagai dokumen dari staf Powell, meskipun belum ada konfirmasi mengenai pembentukan juri agung. Ketidakpastian nasib Powell ini mulai memicu spekulasi liar di market, mengingat posisinya yang krusial dalam menjaga stabilitas inflasi dan ekonomi Amerika Serikat.