


​Aktivitas akumulasi Bitcoin oleh investor institusional menunjukkan peningkatan yang signifikan, terlihat dari pertumbuhan aset di wallet dengan ukuran spesifik. Data terbaru dari CryptoQuant menyoroti lonjakan aktivitas pada kategori wallet yang menampung saldo antara 100 hingga 1.000 BTC. Kategori ini diidentifikasi sebagai indikator utama permintaan institusi karena ukurannya yang besar namun terpisah dari alamat milik bursa (exchange) maupun miner.
​CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, mencatat bahwa kelompok wallet institusi ini telah menyerap total 577.000 BTC atau setara 53 miliar dolar AS dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pertumbuhan pada kategori wallet yang menampung 100-1.000 koin ini menandakan bahwa institusi semakin agresif memindahkan aset mereka ke penyimpanan kustodian. Pola ini mengonfirmasi strategi akumulasi jangka panjang, di mana aset ditarik dari peredaran pasar untuk disimpan dengan aman.
​Momentum peningkatan isi wallet institusi ini terjadi di saat pasokan Bitcoin menuju titik kelangkaan baru. Dalam 50 hari ke depan, total sirkulasi Bitcoin akan mencapai 20 juta koin, menyisakan hanya 1 juta BTC lagi yang tersedia untuk ditambang selamanya. Dengan institusi yang terus mempertebal saldo wallet mereka hingga ratusan ribu koin per tahun, sisa pasokan Bitcoin di masa depan diprediksi akan menjadi rebutan yang memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.