


Bitcoin terjun bebas ke area harga $76.000 tepat saat bursa berjangka AS resmi dibuka pada Senin (18/5) pagi. Penurunan kilat ini dipicu oleh sentimen risk-off setelah yield obligasi AS tenor 10 tahun melonjak ke 4,55% yang mendongkrak peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga di atas 60%. Tekanan makro tersebut kian diperparah oleh laporan terbaru yang Strategy ke SEC, di mana perusahaan ini menyebut opsi menjual kepemilikan Bitcoin untuk menggalang dana segar senilai $1,5 miliar guna membeli kembali surat utang mereka, sebuah sinyal yang langsung memicu kecemasan di market.
Akibat hantaman beruntun di pasar spot tersebut, efek domino fatal langsung menggulung para trader futures. Hanya dalam waktu 60 menit sejak US Futures dibuka, data mencatat posisi perdagangan senilai $600 juta atau sekitar Rp9,3 triliun hangus terlikuidasi karena mayoritas trader terperangkap di posisi Long. Kombinasi antara keringnya likuiditas akibat sentimen obligasi dan ancaman distribusi dari Strategy diperkirakan bakal membuat market kripto tetap berada di bawah tekanan hebat selama beberapa waktu kedepan.