Bitcoin kembali menyentuh area $87.000 setelah reli kuat yang didorong kombinasi masuknya dana institusi melalui ETF Bitcoin spot, short squeeze, dan membaiknya sentimen aset berisiko. BTC sempat mencapai sekitar $87.300, level tertinggi sejak Januari 2026.
Salah satu pendorong terbesarnya datang dari ETF Bitcoin spot AS. Pada perdagangan Senin, produk ETF tersebut mencatat net inflow $998,95 juta, terbesar dalam hampir 11 bulan. BlackRock IBIT menyerap $381,4 juta, disusul ARK 21Shares ARKB $289,1 juta dan Fidelity FBTC $238,8 juta. Besarnya arus dana ini memberikan sinyal kembalinya permintaan institusional terhadap BTC.
Reli kemudian diperkuat short squeeze. Ketika Bitcoin berhasil menembus resistance di atas $82.000-$85.000, trader yang memasang posisi short dipaksa menutup posisi dengan membeli kembali aset. Data CoinGlass yang dikutip sejumlah laporan menunjukkan sekitar $750 juta hingga $878 juta posisi short di pasar kripto terlikuidasi selama reli, membuat kenaikan harga semakin cepat.
Sentimen makro juga mulai mendukung. Harga minyak turun setelah Iran memberi sinyal kemungkinan membuka kembali Selat Hormuz jika tercapai kesepakatan dengan AS. WTI turun ke sekitar $89 dan Brent di bawah $98. Penurunan minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan suku bunga, sehingga investor kembali lebih berani masuk ke aset berisiko seperti saham teknologi dan Bitcoin.


.png)
