Bitcoin kembali melesat hingga menyentuh area $84.000 setelah sebelumnya menembus $81.000. Kenaikan ini terjadi di tengah kombinasi permintaan spot yang membaik, arus dana ETF Bitcoin AS yang kembali positif, serta potensi short squeeze ketika BTC memasuki zona likuidasi besar di $83.000-$86.000.
Salah satu katalis terkuat datang dari ETF Bitcoin spot AS. Pada Jumat, 18 September, ETF mencatat net inflow sekitar $433 juta, menjadi arus masuk harian terbesar sejak 3 September. Fidelity FBTC menyumbang sekitar $310,7 juta, sementara BlackRock IBIT menerima $108,4 juta.
Dorongan berikutnya berasal dari pasar derivatif. Glassnode sebelumnya mengidentifikasi penumpukan posisi short di area $83.000-$86.000. Ketika Bitcoin memasuki zona tersebut, sebagian posisi short berpotensi terkena likuidasi dan memaksa trader membeli kembali BTC untuk menutup posisi, menciptakan efek short squeeze yang dapat mempercepat kenaikan harga.
Sentimen pasar juga membaik setelah Bitcoin mampu bertahan dari sejumlah katalis negatif, termasuk kenaikan suku bunga The Fed dan kegagalan CLARITY Act melewati tahap prosedural di Senat AS. Pada saat bersamaan, langkah SEC terkait “innovation exemption” untuk aset tokenisasi serta berlanjutnya penyusunan aturan kripto oleh CFTC membantu menopang sentimen terhadap industri.
Namun, level $84.000 yang kamu berikan belum muncul dalam sumber harga kredibel terbaru yang terindeks saat saya cek. Data terbaru yang dapat diverifikasi masih menunjukkan BTC di atas $81.000. Jadi, jika BTC memang baru saja pump ke $84.000 secara real-time, mekanisme short squeeze di zona $83.000-$86.000 menjadi faktor yang sangat relevan, tetapi belum bisa disebut sebagai penyebab pasti sebelum data likuidasi terbaru tersedia.


.png)
