


​Bitmine, perusahaan Treasury Ethereum terbesar di dunia, kembali mengakumulasi ETH dengan memborong tambahan 65.341 ETH dalam sepekan terakhir. Melalui akumulasi ini, total aset yang di-hold perusahaan kini mencapai 4.660.903 ETH. Angka fantastis tersebut mewakili 3,86% dari total suplai Ethereum yang beredar saat ini, semakin mendekatkan Bitmine pada ambisi utamanya, yakni "Target Alchemy of 5%" atau misi menguasai 5% dari keseluruhan pasokan ETH global.
​Selain agresif membeli ETH, Bitmine juga secara aktif mengoptimalkan asetnya melalui staking untuk mencetak keuntungan. Saat ini, sebanyak 3.142.643 ETH atau sekitar 67% dari total kepemilikan mereka telah di-stake dengan imbal hasil tahunan (APY) sebesar 2,83%, yang diproyeksikan menghasilkan pendapatan pasif sekitar $184 juta per tahun. Untuk mendukung operasi raksasa ini, Bitmine bahkan berencana meluncurkan infrastruktur staking internal mereka yang bernama "Made in America Validator Network (MAVAN)" pada kuartal pertama tahun ini.
​Chairman Bitmine, Tom Lee, menegaskan bahwa Ethereum telah membuktikan ketangguhannya dengan mengungguli aset tradisional di tengah memanasnya konflik geopolitik saat ini. Ia menyoroti bagaimana harga emas justru anjlok lebih dari 15% akibat sentimen perang, sementara ETH tetap tangguh dan berfungsi sebagai aset lindung nilai. Lebih lanjut, Lee sangat bullish terhadap potensi pengesahan RUU regulasi kripto, Clarity Act, di kongres AS tahun ini, yang ia yakini akan menjadi katalis positif struktural yang masif bagi pergerakan harga Ethereum