


​CEO BlackRock, Larry Fink, memberikan peringatan keras dalam pembukaan World Economic Forum di Davos, Selasa (20/1), bahwa sistem kapitalisme global sedang menghadapi krisis legitimasi. Fink mengakui kemakmuran yang selama ini dirayakan di forum tersebut telah meninggalkan terlalu banyak orang, sehingga muncul keraguan besar dari masyarakat luas apakah agenda para elit ini masih relevan bagi kehidupan mereka. Ia menekankan bahwa kesuksesan ekonomi tidak bisa lagi hanya diukur dari pertumbuhan PDB atau kapitalisasi pasar perusahaan raksasa, melainkan dari seberapa banyak orang yang bisa benar-benar merasakan dan membangun masa depan di atasnya.
​Fink juga menyoroti ancaman revolusi AI yang ia khawatirkan bakal mengulang pola ketimpangan di masa lalu. Jika sebelumnya globalisasi memukul pekerja kerah biru, Fink memperingatkan bahwa AI kini mengancam sektor kerah putih yang berpotensi memperlebar jurang antara para pemenang ekonomi dan masyarakat umum. Menurutnya, jika kapitalisme tidak bisa memberikan kemakmuran di luar lingkaran elit tradisional, maka kepercayaan publik terhadap sistem ini akan semakin hancur.
​Sebagai penutup, Fink mendesak para pemimpin global di Davos untuk berhenti menceramahi masyarakat dan mulai mendengarkan perspektif yang selama ini mereka abaikan. Ia berjanji akan membawa diskusi Davos turun dari gelembung pegunungan Alpen menuju komunitas nyata seperti Detroit dan Dublin. Baginya, kapitalisme harus berevolusi agar keberadaannya kembali dianggap sah oleh publik yang kini mulai beralih pada politik populisme akibat rasa tidak percaya terhadap institusi.