

.png)
.png)

Proyek Bitcoin Layer-2, Botanix, mengumumkan akan menghentikan operasional jaringannya setelah hampir empat tahun pengembangan. Tim pengembang menyebut rendahnya permintaan terhadap aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) berbasis Bitcoin sebagai alasan utama di balik keputusan tersebut.
Dalam pengumuman resminya, Botanix menyatakan bahwa pendapatan dari biaya transaksi tidak cukup untuk menopang model ekonomi jaringan. Akibatnya, operasional jangka panjang dinilai tidak lagi berkelanjutan meskipun infrastruktur teknis berjalan dengan baik.
Tim meminta seluruh pengguna untuk menarik Bitcoin dan aset lainnya sebelum 9 Juli 2026. Setelah tenggat waktu tersebut berakhir, aset yang masih tersimpan di jaringan akan dipindahkan oleh federasi yang mengelola sistem kustodi jaringan.
Meski memutuskan untuk menutup jaringan, Botanix mencatat sejumlah pencapaian selama beroperasi. Proyek tersebut mengklaim berhasil mempertahankan uptime 100%, tidak pernah mengalami peretasan, memproses sekitar 25 juta transaksi dari lebih dari 200.000 dompet, serta memfasilitasi perpindahan aset senilai puluhan juta dolar.
Namun, menurut tim pengembang, pencapaian teknis tersebut tidak mampu mengimbangi rendahnya aktivitas ekonomi yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan. Mereka menyimpulkan bahwa pasar DeFi berbasis Bitcoin masih belum cukup matang untuk mendukung model bisnis seperti Botanix.
Tim juga menyoroti bahwa utilitas Bitcoin saat ini masih kalah dibandingkan aset berbasis Ethereum dan token yang telah dibungkus (wrapped assets) untuk digunakan dalam aplikasi DeFi. Selain itu, program insentif token yang umum digunakan untuk menarik pengguna dinilai tidak menghasilkan pertumbuhan yang cukup kuat.
Penutupan Botanix menjadi salah satu contoh terbaru tantangan yang dihadapi proyek Bitcoin-native DeFi. Meskipun Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia, sebagian besar aktivitas keuangan terdesentralisasi masih terkonsentrasi di jaringan Ethereum, bursa terpusat, dan investor institusional.