asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.000103-0.000015 ( -12.63% )
BTCUSDT66,994.2-646.65 ( -0.96% )
DOGEUSDT0.09868-0.00257 ( -2.54% )
ETHUSDT1,972.81-26.09 ( -1.31% )
HOUSEUSDT0.0025217+0.000113 ( +4.69% )
HYPEUSDT28.79-0.58 ( -1.98% )
MYXUSDT0.9655-0.3364 ( -25.84% )
SOLUSDT81.79-3.58 ( -4.19% )
XRPUSDT1.4281-0.0511 ( -3.46% )
Powered by
News

Brian Armstrong: Koreksi BTC Hanya Masalah Sentimen, Bukan Masalah Fundamental

User
February 19, 2026 | 07:34 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 19, 2026 | 07:34 WIB
Brian Armstrong: Koreksi BTC Hanya Masalah Sentimen, Bukan Masalah Fundamental

​CEO Coinbase, Brian Armstrong, angkat bicara mengenai fluktuasi harga Bitcoin (BTC) belakangan ini. Berbicara di acara World Liberty Forum pada Rabu (18/02) waktu setempat, Armstrong menegaskan bahwa penurunan harga yang terjadi murni dipicu oleh faktor psikologis pasar dan aksi ambil untung, bukan karena adanya kerusakan pada nilai fundamental aset.

​Armstrong menepis spekulasi bahwa koreksi ini berkaitan dengan isu makro struktural, seperti isu pergantian kursi pimpinan The Fed atau ancaman teknologi komputer kuantum. Sebaliknya, ia menilai pelemahan harga saat ini hanyalah dinamika pasar yang wajar. "Investor melakukan profit-taking dan psikologi massa (crowd psychology) adalah pendorong utamanya. Bitcoin tetap menjadi aset dengan performa tertinggi selama satu dekade terakhir," ungkapnya.

​Sebagai bentuk kepercayaan diri terhadap prospek jangka panjang, Armstrong mengungkapkan bahwa Coinbase tetap melanjutkan aksi pembelian kembali saham (share buyback) serta terus menambah akumulasi Bitcoin di neraca perusahaan. Bagi pelaku pasar, pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi sebesar Coinbase justru memanfaatkan volatilitas jangka pendek untuk memperkuat posisi mereka di aset digital tersebut.

Copiedbagikan