​Bursa Efek New York (NYSE) mengumumkan telah menghabiskan waktu setahun terakhir untuk menguji teknologi jaringan Avalanche. Pernyataan tersebut disampaikan dalam gelaran Avalanche Summit pada Jumat (18/9), sebagai bagian dari penjajakan platform perdagangan dan settlement efek saham maupun ETF Amerika Serikat yang ditokenisasi.
​Presiden Ava Labs Charley Cooper mengonfirmasi komunikasi perusahaannya dengan induk Bursa Efek New York, Intercontinental Exchange. Kendati demikian, Cooper menegaskan pihak bursa belum menentukan keputusan final untuk memilih Avalanche sebagai mitra tunggal, mengingat sistem yang dirancang bakal mendukung transaksi multi-chain.
​Michael Blaugrund selaku eksekutif strategi ICE menyebut Avalanche memenuhi banyak kriteria teknis yang dibutuhkan bursa. Rencana peluncuran platform efek tokenisasi ini kian mendekati kenyataan setelah bursa menggandeng tZERO untuk merancang sistem infrastruktur, ditambah restu Komisi Sekuritas dan Bursa AS yang baru saja merilis aturan pelonggaran inovasi perdagangan saham berbasis blockchain.



