Integrasi kecerdasan buatan (AI) dan blockchain diprediksi bakal melompat jauh melampaui bot trading biasa. Head of Institutional Strategy Chainlink Labs, Andrew McCormick, mengungkapkan bahwa agen AI mandiri (agentic AI) hingga robot humanoid berpotensi menjadi pendorong utama lonjakan transaksi on-chain di masa depan. Berbicara di ajang Wyoming Blockchain Symposium 2026, ia menekankan bahwa sistem otonom ini membutuhkan rel keuangan terdesentralisasi agar bisa saling bertransaksi dan berkomunikasi tanpa perantara.
​Kemajuan AI juga diyakini bakal memangkas biaya teknis pembuatan blockchain baru secara drastis, memicu ledakan ekosistem multi-chain. Dalam kondisi ini, protokol interoperabilitas cross-chain seperti Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) milik Chainlink menjadi tulang punggung vital untuk memindahkan data dan likuiditas antar-jaringan, seperti yang telah diimplementasikan pada proyek Frontier Token di Wyoming.
​Menariknya, McCormick melihat kolaborasi AI dan kripto ini tidak hanya berhenti di level software, melainkan merambah ke perangkat keras fisik. Ia membayangkan robot humanoid di sektor logistik dan pabrik manufaktur nantinya akan mengandalkan stablecoin serta aset digital untuk eksekusi operasional harian. "Nuansanya memang terasa seperti film Star Wars, tapi inilah realitas yang sedang dibangun sekarang," pungkasnya.



