Produsen hardware wallet Trezor mengambil langkah tegas pascamusibah celah keamanan yang menimpa pesaingnya, Ledger. Melalui pernyataan resmi dan surat terbuka dari Chief Commercial Officer Danny Sanders yang diunggah pada (14/10), Trezor memutuskan untuk memangkas jumlah reseller resmi mereka secara global guna memperketat pengawasan rantai pasok (supply chain).
​Manajemen Trezor menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan satu pun bukti bahwa perangkat Trezor telah disusupi atau diretas. Keputusan memutus kemitraan dengan sejumlah reseller murni merupakan langkah pencegahan (preventive step) agar perusahaan dapat melakukan pemeriksaan berkala secara lebih efektif terhadap seluruh jaringan distribusi yang tersisa.
​Dalam surat terbukanya kepada para mitra, penghentian izin bagi reseller yang terdampak akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2027. Meski pengiriman stok baru telah dihentikan, Trezor masih mengizinkan para mitra tersebut untuk menghabiskan sisa stok yang ada hingga akhir tahun. Langkah ini diambil Trezor untuk memastikan keamanan tingkat tinggi bagi pengguna yang menyimpan kunci aset kripto secara mandiri (self-custody).



