​Produsen perangkat keras keamanan kripto, Ledger, secara resmi mengonfirmasi adanya modifikasi fisik berbahaya pada produk mereka. Berdasarkan laporan investigasi teknis dari tim keamanan Ledger Donjon yang dipublikasikan secara terbuka melalui situs resmi serta akun media sosial perusahaan pada Rabu (13/10), ditemukan komponen hardware tidak sah berupa chip tersembunyi di dalam wallet yang dijual melalui distributor resmi di Asia Tenggara, CryptoBilis.
​Chip mata-mata tersebut dilaporkan dirancang khusus untuk memantau informasi yang muncul di layar perangkat. Saat proses pengaturan awal (setup), modul siluman ini mampu membaca 24 kata recovery phrase milik pengguna, lalu mendekodernya dan mengirimkan data sensitif tersebut melalui jaringan seluler LTE menggunakan eSIM tersembunyi. Kendati demikian, Ledger menegaskan bahwa chip tambahan ini beroperasi secara mandiri tanpa merusak komponen inti pengaman utama (Secure Element) ataupun mengubah sistem operasi bawaan perangkat.
​Akibat temuan ini, CryptoBilis langsung menghentikan penjualan produk Ledger sementara investigasi mendalam terus berjalan. Firma analitik on-chain Bitquery memperkirakan potensi kerugian akibat pencurian aset ini telah menembus angka $102 juta dari ratusan wallet yang terdampak, meskipun Ledger sendiri belum memverifikasi total nominal kerugian pastinya.
​Bagi pengguna yang pernah beli wallet Ledger dari distributor CryptoBilis, Ledger mengimbau agar tidak melakukan inisialisasi pada perangkat yang masih baru. Sementara bagi perangkat dari distributor CryptoBilis yang sudah terlanjur aktif, pengguna diinstruksikan untuk segera memindahkan seluruh aset kripto mereka ke wallet baru menggunakan frasa pemulihan yang sepenuhnya baru, demi menghindari risiko pembobolan lanjutan.



