Donald Trump melontarkan ancaman militer secara terbuka terhadap Oman jika negara tersebut berani menghalangi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah. Berdasarkan laporan Fox News dan kantor berita AFP pada Senin (17/8), Trump menyatakan siap membombardir wilayah Oman apabila pemerintah negara tersebut mencoba mencampuri atau mengganggu blokade laut yang dilancarkan armada AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.
Ancaman keras ini memicu keheranan diplomatik global mengingat Oman selama ini bertindak sebagai mediator utama sekaligus jembatan komunikasi damai antara AS dan Iran. Di tengah klaim perundingan tertutup yang difasilitasi oleh pihak Oman, Trump justru mengancam pihak penengah sembari menegaskan bahwa operasi blokade maritim di Selat Hormuz sangat efektif dalam meningkatkan tekanan ekonomi dan militer terhadap kubu Iran.
Di tengah situasi konflik yang telah memasuki bulan keenam, Trump mengaku dirinya sama sekali tidak terburu-buru untuk menyudahi perang dengan Iran. Meski perundingan damai kedua belah pihak dilaporkan masih menemui jalan buntu, Trump mengklaim bahwa pihak Gedung Putih tetap mempertahankan jalur komunikasi rahasia (backchannel) dengan jajaran petinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Selain menyinggung blokade dan mengancam Oman, Trump turut mengomentari dinamika politik kawasan dengan menyatakan bahwa pasukan Israel sebaiknya tidak melancarkan serangan baru di Jalur Gaza.



