


CEO Binance, Richard Teng, dalam forum Reuters Next Asia di Singapura pada Kamis (9/7), memaparkan realitas dari dampak regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) di Uni Eropa. Aturan ketat tersebut terbukti memicu kaburnya likuiditas kripto dari CEX, di mana 70% penarikan dana pengguna Binance Eropa pasca-MiCA justru beralih ke platform self-custody alih-alih berpindah ke bursa pesaing yang teregulasi.
Menyikapi eksodus dana ini, Teng memperingatkan adanya potensi peningkatan risiko keamanan secara sistemik. Ia menegaskan bahwa likuiditas yang masuk ke ekosistem non-kustodial praktis lepas dari pengawasan Anti-Pencucian Uang (AML) dan standar verifikasi identitas (KYC). Berdasarkan catatan internalnya, hanya 30% dari total dana keluar yang bersedia tetap beredar di dalam ekosistem bursa yang patuh pada kerangka aturan resmi Eropa.
Dinamika pasar Eropa ini turut menjadi landasan evaluasi Binance dalam mematangkan strategi ekspansi operasionalnya ke kawasan Asia, yang dinilai memiliki iklim pertumbuhan lebih adaptif terhadap inovasi teknologi blockchain.
Di sisi lain, fenomena kaburnya likuiditas dari platform CEX ini memberikan cerminan nyata mengenai sikap trader maupun investor kripto. Saat dihadapkan pada perubahan aturan kepatuhan terpusat, mayoritas investor merespons secara natural dengan kembali pada prinsip dasar desentralisasi. Fenomena ini membuktikan bahwa kendali mandiri atas aset dan aspek privasi masih menjadi pilar utama preferensi pengguna.