asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT63,264.0+1189.35 ( +1.92% )
EPICUSDT0.349+0.03 ( +9.4% )
ETHUSDT1,747.22+13.44 ( +0.78% )
HYPEUSDT67.377+0.9 ( +1.35% )
IAGUSDT0.02145-0.00773 ( -26.49% )
NFPUSDT0.00379-0.00164 ( -30.2% )
SDEXUSDT0.000614-0.000676 ( -52.4% )
SOLUSDT78.04+1.0 ( +1.3% )
TACUSDT0.00427+0.0015 ( +54.15% )
Powered by
News

Israel Beri Sinyal Serangan Militer Skala Besar Ketiga ke Iran

User
July 10, 2026 | 00:52 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 10, 2026 | 00:52 WIB
Israel Beri Sinyal Serangan Militer Skala Besar Ketiga ke Iran

​Eskalasi geopolitik di Timur Tengah berpotensi semakin memanas setelah jajaran petinggi militer dan politik Israel secara terbuka memberikan sinyal kuat terkait kesiapan mereka meluncurkan serangan udara gelombang ketiga ke wilayah Iran. Dalam upacara militer Order of the Wings pada Kamis (9/7/2026), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) saat ini berada dalam kondisi siaga penuh. Ia memperingatkan bahwa IDF siap untuk memperbarui operasi militer dan meluncurkan serangan blue-and-white ke Iran untuk ketiga kalinya demi mengeliminasi ancaman secara permanen.

​Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir menegaskan bahwa operasi militer terhadap Teheran belum berakhir. Zamir mengungkapkan bahwa sejumlah rencana baru saat ini sudah berada di atas meja komando dengan target operasi militer berskala besar yang akan segera dieksekusi. Ia secara khusus memerintahkan seluruh jajaran pasukan untuk bersiap penuh, sembari menekankan bahwa IDF terus memantau dengan sangat ketat setiap perkembangan situasi dan pergerakan musuh di poros Iran serta Lebanon.

​Guna mendukung keberlanjutan operasi militer jangka panjang tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung mengumumkan suntikan dana raksasa untuk memperkuat postur pertahanan nasional. Pada momentum yang sama, Netanyahu memutuskan untuk menambah anggaran pertahanan sebesar 350 miliar shekel selama satu dekade ke depan, yang sebagian besarnya akan dialokasikan untuk Angkatan Udara. Langkah agresif ini dibarengi dengan rencana pembangunan industri amunisi dan persenjataan mandiri berskala luas demi memangkas ketergantungan pasokan militer dari luar negeri di tengah potensi konflik yang berkepanjangan.

Copiedbagikan