asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT71,018.0-692.0 ( -0.97% )
BTTCUSDT0.00000032-0.00000001 ( -3.03% )
DOGEUSDT0.09138-0.00006 ( -0.07% )
ENJUSDT0.0361+0.00427 ( +13.42% )
ETHUSDT2,196.3-23.22 ( -1.05% )
NOMUSDT0.00357-0.00036 ( -9.16% )
SOLUSDT82.35-0.06 ( -0.07% )
TRUUSDT0.0079-0.0021 ( -21.0% )
TRXUSDT0.3206+0.0004 ( +0.13% )
Powered by
News

CEO Canton Network: Blockchain Institusi Harus Kompromi Demi Patuh Hukum

User
April 13, 2026 | 08:17 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
April 13, 2026 | 08:17 WIB
CEO Canton Network: Blockchain Institusi Harus Kompromi Demi Patuh Hukum

CEO Digital Asset, Yuval Rooz, memberikan pembelaan terkait model operasional Canton Network yang sering dikritik karena tidak sepenuhnya desentralisasi (09/04). Rooz menegaskan bahwa pembatasan tersebut merupakan langkah sengaja agar institusi keuangan besar dapat menggunakan teknologi blockchain sambil tetap mematuhi regulasi privasi dan hukum yang ketat di industri kripto.

Menurut Rooz, tuntutan komunitas untuk sistem yang 100% terbuka dan tanpa izin (permissionless) tidak memungkinkan bagi institusi yang mengelola aset triliunan dolar. Ia menjelaskan bahwa Canton Network dirancang untuk memenuhi persyaratan hukum, seperti kemampuan menghapus data historis untuk mematuhi undang-undang privasi Uni Emirat Arab. Bagi Rooz, mengabaikan peran perantara dan kepatuhan hukum dalam sistem keuangan formal adalah cara berpikir yang naif.

Rooz menambahkan bahwa desentralisasi penuh sering kali berbenturan dengan kebutuhan perlindungan data nasabah dan verifikasi identitas (KYC) yang wajib dijalankan oleh bank. Dengan memilih jalur yang lebih terkontrol, Canton Network berhasil menggaet mitra besar seperti Kinexys (J.P. Morgan), Visa, dan Circle untuk mulai memindahkan aset dunia nyata ke dalam jaringan blockchain secara legal dan aman di market.

Copiedbagikan