asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.000113-0.000005 ( -4.15% )
BTCUSDT66,342.8-1338.05 ( -1.98% )
DOGEUSDT0.09846-0.00268 ( -2.65% )
ETHUSDT1,943.08-57.13 ( -2.86% )
HOUSEUSDT0.0024569+0.000048 ( +2.0% )
SOLUSDT81.3-3.94 ( -4.62% )
TRXUSDT0.2792-0.0028 ( -0.99% )
WLFIUSDT0.121+0.0137 ( +12.77% )
XRPUSDT1.4204-0.0634 ( -4.27% )
Powered by
News

CEO Goldman Sachs Akui Miliki Bitcoin, Percaya pada Masa Depan Tokenisasi Aset

User
February 18, 2026 | 23:41 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 18, 2026 | 23:41 WIB
CEO Goldman Sachs Akui Miliki Bitcoin, Percaya pada Masa Depan Tokenisasi Aset

​CEO Goldman Sachs, David Solomon, secara mengejutkan mengakui kepemilikan pribadinya terhadap Bitcoin meski dalam jumlah kecil saat berbicara di World Liberty Forum pada Rabu (18/02). Solomon menyatakan dirinya sebagai pengamat setia yang terus mempelajari dinamika pergerakan aset kripto tersebut sebagai bagian dari evolusi teknologi keuangan. Ia menegaskan bahwa perbankan tradisional dan kripto bukanlah dua entitas yang saling berperang, melainkan bagian dari satu sistem keuangan yang sedang berevolusi menuju infrastruktur yang lebih modern.

​Fokus utama Solomon justru tertuju pada potensi besar tokenisasi yang ia yakini akan memainkan peran sentral dalam infrastruktur market di masa depan. Menurutnya, evolusi platform teknologi berskala besar akan membawa dampak nyata bagi sistem perbankan global melalui adopsi teknologi blockchain secara luas. Solomon menekankan bahwa tokenisasi adalah elemen yang sangat penting dan akan mengubah cara aset diperdagangkan serta dikelola di masa mendatang melalui efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi on-chain.

​Terkait keterlibatan Goldman Sachs yang cenderung tertinggal dibanding kompetitornya, Solomon menyalahkan hambatan regulasi yang selama ini dianggap sangat mengekang. Ia mengkritik keras regulasi berlebihan dalam lima tahun terakhir yang menurutnya telah menyedot modal keluar dari sistem keuangan. Namun, seiring dengan mulai melonggarnya aturan dari otoritas terkait, Solomon mengisyaratkan bahwa raksasa perbankan tersebut siap meninjau kembali strategi mereka untuk terlibat lebih dalam di sektor aset digital secara lebih agresif.

Copiedbagikan