

.png)
.png)

CEO Robinhood, Vlad Tenev, menilai bahwa ledakan teknologi AI saat ini justru mengungkap adanya standar ganda dalam dunia keuangan.
Menurut Tenev, perusahaan swasta sangat terbuka terhadap meningkatnya permintaan dari publik, namun jauh lebih tertutup ketika berbicara soal kepemilikan.
Ia menyebut bahwa banyak perusahaan menikmati manfaat dari “democratized demand”, di mana produk mereka digunakan secara luas oleh masyarakat.
Namun di sisi lain, akses untuk memiliki saham atau bagian dari perusahaan tersebut tetap terbatas pada investor tertentu.
Pernyataan ini menyoroti ketimpangan dalam sistem keuangan, terutama terkait akses antara investor ritel dan institusi.
Dalam konteks AI, fenomena ini semakin terlihat karena banyak perusahaan teknologi besar mendapatkan valuasi tinggi dari adopsi publik, tanpa memberikan akses kepemilikan yang setara.
Tenev secara tidak langsung mendorong perubahan menuju sistem yang lebih inklusif, di mana kepemilikan dapat lebih terbuka bagi masyarakat luas.
Isu ini juga berkaitan dengan tren tokenisasi dan digitalisasi aset, yang berpotensi membuka akses kepemilikan secara lebih luas di masa depan.
Pernyataan ini memperkuat diskusi bahwa inovasi teknologi seharusnya tidak hanya memperluas penggunaan, tetapi juga distribusi nilai.