Perusahaan manajemen investasi Charles Schwab resmi membuka akses perdagangan langsung Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) bagi seluruh nasabah retail dalam pembaruan bisnis kuartalannya pada Kamis (15/10). Langkah ini menandai perluasan skala besar bagi broker raksasa yang mengelola dana nasabah hingga $13,33 triliun dengan 40,3 juta akun aktif. Selain memfasilitasi transaksi jual beli melalui platform Schwab.com, aplikasi seluler, dan thinkorswim, Schwab juga mulai menggulirkan fitur deposit serta penarikan kripto secara bertahap dengan mekanisme keamanan berbasis pendaftaran alamat dompet resmi.
​Chief Executive Officer Charles Schwab, Rick Wurster, mengonfirmasi bahwa ekosistem kripto ini diposisikan sebagai lini pendapatan baru berbasis transaksi untuk memperkuat monetisasi platform. Selain Bitcoin dan Ether, Schwab berencana menambah tiga aset digital baru, yaitu Solana (SOL), Avalanche (AVAX), dan Chainlink (LINK) sebelum akhir tahun 2026. Layanan perdagangan ini dieksekusi melalui kemitraan dengan Paxos sebagai penyedia eksekusi transaksi dan sub-kustodian, dengan skema biaya transaksi sebesar 0,75% per order.
​Ekspansi ke sektor aset digital ini dilakukan di tengah pencapaian rekor finansial perusahaan, dengan perolehan aset bersih baru mencapai $190,4 miliar pada kuartal ketiga. Meskipun transaksi kripto berada di bawah kerangka kepatuhan perbankan yang ketat dan tidak dilindungi FDIC maupun SIPC, masuknya broker konvensional terbesar di Amerika Serikat ini mempertegas pergeseran integrasi aset kripto ke dalam sistem keuangan tradisional secara lebih luas.



