


​Bank-bank besar di China, termasuk China Construction Bank, kini mulai membekukan rekening nasabah secara sepihak yang terdeteksi melakukan transaksi terkait kripto. Berdasarkan laporan terbaru Maret 2026, sistem risiko perbankan Tiongkok akan langsung memblokir akun jika nasabah mencantumkan istilah seperti "Dogecoin", "USDT", atau "Bitcoin" dalam memo transfer. Langkah agresif ini merupakan bagian dari implementasi Regulasi 42 yang bertujuan menutup seluruh celah aktivitas kripto di dalam negeri.
​Dalam satu kasus, rekening nasabah dibekukan total hanya karena transfer senilai 250 yuan ($35) dengan catatan "Dogecoin this week". Pihak bank memberlakukan status tanpa setoran dan tanpa penarikan serta mewajibkan pemilik akun memberikan pernyataan tertulis bahwa mereka tidak terlibat dalam perdagangan kripto. Proses pemulihan akun ini dilaporkan sangat sulit dan memakan waktu berminggu-minggu tanpa jaminan dana akan bisa kembali diakses.
​Ketegasan otoritas Tiongkok ini menciptakan tekanan besar bagi market kripto regional yang kini semakin terisolasi dari sistem finansial formal. Pengguna di media sosial lokal terus memperingatkan masyarakat agar menghindari penyebutan istilah kripto apa pun dalam aktivitas perbankan mereka. Pengetatan ini menegaskan komitmen Beijing untuk memberantas penggunaan aset digital sebagai alat transaksi alternatif guna menjaga kendali moneter penuh di masyarakat.