


​Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, menilai Bitcoin kini mendekati bottom setelah gejolak yang melibatkan saham preferen STRC milik Strategy. Dalam memo mingguan Bitwise yang dirilis pada 1 Juli 2026 berjudul "STRC, MSTR, and End-of-Cycle Dynamics", Hougan menjelaskan bahwa volatilitas STRC adalah dinamika akhir siklus yang lazim terjadi. Kondisi ini mencerminkan proses pembersihan leverage berlebih serta rekayasa keuangan yang selama ini menarik modal pencari imbal hasil selama periode bull market sebelumnya.
​Gejolak STRC muncul karena kekhawatiran market terhadap kemampuan Strategy dalam mendanai dividen preferen akibat penurunan harga Bitcoin dan MSTR. Sebagai respons, Strategy memperkenalkan strategi baru yang mengizinkan perusahaan menjual cadangan Bitcoin guna memperkuat kas, membayar dividen, dan melakukan buyback saham. Hougan mencatat bahwa peran Strategy kini berubah; perusahaan yang dulunya merupakan pembeli Bitcoin satu arah secara dominan, kini akan bersikap lebih fleksibel dalam melakukan aksi beli atau jual sesuai kondisi market.
​Meski era pembelian Bitcoin secara konsisten oleh Strategy kemungkinan telah berakhir, Hougan menepis kekhawatiran mengenai likuidasi dalam waktu dekat. Ia meyakini bahwa institusi keuangan besar seperti bank, manajer aset, dana pensiun, dan dana kekayaan negara akan menjadi penggerak permintaan Bitcoin utama pada siklus berikutnya. Hougan tetap optimis bahwa proses pembersihan leverage ini merupakan fase terakhir dari siklus penurunan, dan memprediksi bull market Bitcoin yang baru akan dimulai pada musim gugur mendatang.