


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan bertolak ke China pada pertengahan Juni 2026 sebagai langkah strategis pemerintah dalam mendiversifikasi sumber pembiayaan negara. Dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta pada hari Jumat (5/6), ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut secara khusus ditujukan untuk mempromosikan Panda Bond, yakni instrumen surat utang global berdenominasi renminbi yang diharapkan mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat. "Saya akan ke China tanggal 16 untuk promosi Panda Bond, jadi diversifikasi," ungkap Purbaya terkait langkah mengamankan pendanaan dengan tingkat imbal hasil efisien di kisaran 2,3 hingga 2,5 persen tersebut.
​Setelah menyelesaikan agendanya di kawasan Asia Timur, Purbaya akan langsung melanjutkan lawatannya ke Inggris guna menggelar pertemuan tatap muka dengan para investor asal Eropa. "Terus juga akan ke Inggris habis itu untuk investor meeting dengan Eropa, untuk meyakinkan investor sana, untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan yang baik dan ekonomi berjalan dengan baik," tegasnya menjelaskan fokus utama dari perjalanan dinas tersebut.
​Langkah komunikasi langsung ke pusat-pusat keuangan dunia ini diambil karena Purbaya menilai stabilitas kepercayaan pasar adalah kunci utama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia meyakini bahwa minat pemodal asing terhadap surat utang Indonesia akan tetap kuat selama pemerintah terus bersikap transparan mengenai proyeksi perekonomian negara.
"Selama kita bisa meyakinkan bahwa memang ekonomi arahnya ke depan seperti apa, tentunya membaik ya, enggak perlu strategi yang terlalu khusus," pungkas Purbaya, optimis bahwa narasi ekonomi yang positif sudah cukup untuk menjaga arus modal masuk ke tanah air.