


Koalisi partai politik Rusia, All-Russia People’s Front, mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya penipuan donasi kripto pro-Iran. Para penipu menyebarkan dokumen berlogo resmi koalisi di grup Telegram untuk meraup sumbangan berupa Bitcoin, Ethereum, dan XRP dengan dalih pengadaan bantuan kemanusiaan. Kampanye bodong ini secara cerdik memanfaatkan simpati publik di tengah tingginya pemanfaatan aset digital di kawasan tersebut.
Deputi Kepala Komite Eksekutif koalisi, Sergey Gorbunov, menegaskan pada Senin (9/3) bahwa kampanye resmi mereka hanya menerima transfer bank yang ditujukan murni untuk tentara Rusia di Ukraina. Peringatan ini muncul di tengah ketatnya pengawasan aparat keamanan Rusia terhadap aliran dana kripto. Otoritas setempat terus menindak tegas pihak-pihak yang ketahuan menggunakan aset digital untuk mendanai kelompok militer atau entitas tak resmi lainnya.
Di sisi lain, ekosistem kripto Iran sendiri memang tengah menjadi sorotan global dengan valuasi mencapai $8 miliar pada 2025. Data Chainalysis mencatat miliaran dolar dari dana tersebut terafiliasi dengan infrastruktur militer negara untuk mendanai kelompok bersenjata di Timur Tengah. Fakta bahwa Iran mampu menambang Bitcoin dengan biaya murah sekitar $1.300 per BTC membuktikan kuatnya peran aset digital sebagai alat pendanaan di tengah eskalasi geopolitik saat ini.