


​Analis di Citigroup menyatakan bahwa penurunan harga Bitcoin saat ini lebih banyak didorong oleh outflow pada spot ETF Bitcoin yang mencapai hampir $3,8 miliar, bukan disebabkan oleh transaksi penjualan 32 BTC oleh Strategy. Citigroup menegaskan bahwa investor mungkin memberikan perhatian berlebih pada transaksi penjualan aset korporasi tersebut, padahal arus modal keluar dari ETF tetap menjadi indikator permintaan yang paling dominan.
​Berdasarkan analisis bank tersebut, arus modal ETF berkontribusi terhadap sekitar 45% dari fluktuasi imbal hasil mingguan Bitcoin, menjadikannya salah satu alat ukur sentimen investor yang paling krusial. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa spot ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih mendekati $4 miliar dalam periode 15 Mei hingga 2 Juni 2026, yang kemudian memicu pelemahan permintaan institusional.
​Meskipun sentimen pasar saat ini cenderung tertekan, Citigroup memantau perkembangan legislatif melalui CLARITY Act yang kini masuk dalam kalender Senat AS. Meski peluang pengesahan tahun ini dinilai menurun, bank tersebut tetap memberikan estimasi sekitar 50% untuk potensi persetujuan legislasi tersebut, yang diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi minat aset digital di masa depan.