asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.729-0.012 ( -1.62% )
tether usd iconaurora iconAURORAUSDT0.0924+0.03648 ( +65.24% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT86,253.5-354.23 ( -0.41% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,750.28-17.07 ( -0.62% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT96.785+3.18 ( +3.4% )
tether usd iconmubarak iconMUBARAKUSDT0.07726+0.03396 ( +78.43% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000492+0.00000013 ( +2.71% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT118.01-1.03 ( -0.87% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.0059-0.0098 ( -0.97% )
Powered by
powered by triv
News - Regulation

CME Gugat CFTC Karena Setujui Perpetual Futures Kripto di AS

User
June 18, 2026 | 10:04 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 18, 2026 | 10:04 WIB
CME Gugat CFTC Karena Setujui Perpetual Futures Kripto di AS

Raksasa bursa derivatif global, CME Group, berencana menggugat Commodity Futures Trading Commission (CFTC) setelah regulator tersebut menyetujui perdagangan perpetual futures di Amerika Serikat.

CEO CME yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Terrence Duffy, mengonfirmasi bahwa perusahaan akan menempuh jalur hukum untuk menentang keputusan CFTC yang memberikan izin kepada platform seperti Kalshi dan Coinbase menawarkan produk perpetual futures kripto yang diatur secara resmi.

Perselisihan ini berawal dari persetujuan CFTC pada akhir Mei yang membuka jalan bagi hadirnya perpetual futures di pasar AS. Produk tersebut selama ini populer di bursa kripto global karena memungkinkan trader mengambil posisi leverage tanpa tanggal kedaluwarsa kontrak.

Namun, Duffy berpendapat bahwa perpetual futures seharusnya diklasifikasikan sebagai swap berdasarkan ketentuan dalam Dodd-Frank Act, bukan sebagai kontrak futures biasa. Jika dikategorikan sebagai swap, produk tersebut akan tunduk pada kerangka regulasi yang berbeda dan lebih ketat.

Selain masalah klasifikasi, CME juga mengklaim memiliki hak eksklusif atas benchmark tertentu yang digunakan dalam produk derivatif terkait. Menurut Duffy, kontrak yang menggunakan benchmark tersebut seharusnya diperdagangkan melalui CME, terlepas dari apakah produk itu dikemas sebagai futures tradisional atau perpetual futures.

Kasus ini berpotensi menjadi salah satu sengketa regulasi terbesar dalam industri derivatif kripto Amerika Serikat. Hasil gugatan dapat memengaruhi masa depan perdagangan perpetual futures yang selama ini menjadi salah satu produk paling diminati di pasar aset digital global.

Bagi industri kripto, keputusan akhir nantinya akan menentukan seberapa cepat perpetual futures dapat berkembang di bawah pengawasan regulator AS. Sementara bagi CME, gugatan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa produk baru tersebut dapat mengganggu dominasi bursa derivatif tradisional dalam pasar futures.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB